Pentingnya Pelatihan Kesigapan Bencana Alam Sebagai Bantuan Hidup Dasar untuk Korban

Pentingnya Pelatihan Kesigapan Bencana Alam Sebagai Bantuan Hidup Dasar untuk Korban

Berada di kawasan rawan gempa membuat beberapa daerah perlu melatih banyak kesiapan. Sebenarnya tidak hanya saat gempa saja, tetapi juga berlaku untuk bencana alam yang lainnya. Karena tidak ada waktu pasti kapan bencana alam bisa terjadi, maka dari itu perlu melakukan antisipasi sejak awal. Sedikit banyak perlu pengetahuan tentang kesigapan bencana alam. Sehingga tahu tindakan apa saja yang harus diambil saat hal itu terjadi. Simak ulasan berikut ini.

Langkah-Langkah Antisipasi Saat Bencana Alam

  1. Berlindung di Bawah Meja

Ketika anda berada di dalam rumah bencana alam sedang terjadi, terutama gempa bumi, maka tidak diperbolehkan berlari keluar. Hal ini mencegah diri anda agar tidak terkena reruntuhan bangunan. Akan sangat bahaya apabila berlari keluar rumah tetapi tanah sedang berguncang. Berpotensi robohnya pohon-pohon hingga bangunan tinggi, sehingga besar kemungkinan akan menimpa anda nantinya.

Lebih baik berlindung di bawah meja atau kolong tempat tidur, asalkan tubuh tidak terkena runtuhan. Sebelum bersembunyi pastikan anda membawa bantal, untuk menjaga bagian kepala agar tetap aman. Menghindar sejauh mungkin dari benda-benda beresiko seperti rak buku atau jendela kaca. Perlu waspada terhadap langit-langit rumah serta benda-benda yang tergantung di tembok. Jadi perlu melindungi diri lebih baik agar tidak tertimpa barang-barang tersebut.

Lain cerita apabila terjadi bencana alam tsunami, maka harus mencari tempat yang lebih tinggi. Bisa berlari ke lantai paling atas rumah, jika rumahnya bertingkat, atau ke bukit yang tinggi. Sedangkan jika bencananya sejenis longsor, berarti perlu mencari tempat terbuka. Jangan berdiam diri di dalam rumah yang bisa membahayakan diri sendiri. Setidaknya langkah perlindungan ini bisa meminimal korban sekecil mungkin.

  1. Catat Nomor Telepon Penting

Sebagai tindakan antisipasi, ada baiknya anda mencatat nomor-nomor penting yang bisa dihubungi. Terutama yang berkaitan dengan pihak penanggulangan bencana alam. Mereka akan sigap menangkap sinyal permintaan bantuan dari anda. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba di lokasi. Selain itu tim tersebut akan mengevakuasi korban dengan cepat. Bertindak tenang tapi tetap teratur sesuai dengan prosedur penyelamatan.

Apabila anda seorang relawan di tempat kejadian bencana, juga perlu menyimpan nomor telepon tersebut. Gunanya untuk mengubungi para petugas, apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Jadi bisa langsung dilakukan tindakan lebih awal, agar segera mendapatkan bantuan yang terbaik. Dengan begitu jumlah korban tidak bertambah jumlahnya, serta bisa menyelamatkan banyak nyawa serta hak hidup bagi korban.

  1. Persiapkan Tas Siap Bencana

Sebagai seorang relawan tentunya anda perlu mempersiapkan banyak hal. Terutama barang-barang yang mengarah pada perlengkapan pertolongan. Ketika bencana terjadi ada baiknya mempersiakan sebuah tas, yang sudah berisi makanan, minuman, dan amunisi. Jadi saat sedang proses evakuasi dan menemukan korban yang masih hidup, anda bisa langsung memberi pertolongan pertama. Setidaknya memberikan bantuan hidup sejenak sebelum dibawa tim medis.

Kesigapan bencana alam seperti ini memang perlu dilakukan, agar tidak panik saat sudah terjadi. Bersikap waspada namun tetap menjalankan tugas dengan baik, bagaimanapun ada nyawa yang perlu diselamatkan. Memang akan sulit saat masa evakuasi tetapi jika berangkat dari hati yang tulus, maka segala kebaikan akan dimudahkan jalannya. Hal paling penting ialah para korban bisa terselamatkan, dan mendapatkan kesempatan untuk hidup.

  1. Selamatkan Korban yang Paling Parah

Ketika terjadi gempa bumi ada beberapa korban yang tertimpa puing-puing bangunan. Artinya korban tersebut yang perlu diselamatkan lebih dulu, karena berpotensi mengalami cidera paling parah. Mereka cenderung membutuhkan bantuan lebih cepat, namun bukan berarti lainnya tidak perlu bantuan lebih. Tetapi korban dengan kondisi tersebut beresiko kehilangan nyawa. Sehingga perlu diprioritaskan keselamatannya dan diberi pertolongan pertama.

Korban dengan luka parah perlu mendapatkan perawatan lebih, sehingga perlu penanganan medis. Namun karena jalur evakuasi sulit dilewati pasca bencana, jadi butuh waktu yang lama bagi tim medis sampai ke lokasi. Maka para relawan bisa melakukan pertolongan pertama lebih dulu. Bisa dimulai dari pemberian nafas buatan atau pemberhetian darah pada korban. Tetapi jangan memberikan sembarang obat jika anda bukan dari medis yang berpengalaman.

  1. Hati-Hati dengan Reruntuhan Bangunan

Jenis bencana alam apapun pastinya membuat bangunan rapuh, sehingga rawan runtuh kapan saja. Oleh sebab itu saat hendak mengevakuasi korban, relawan diharapkan waspada dengan bangunan. Saat berjalan diatas puing-puingnya perlu berhati-hati, berjaga-jaga agar tidak terpeleset atau jatuh. Selain itu runtuhan bisa saja mengenai korban yang masih terjebak di sela-selanya. Jadi tingkatkan kewaspadaan saat sedang melakukan evakuasi.

Berjalanlah pada area bagian pinggir yang sekiranya puing lebih sedikit. Jangan berada di bagian tengah, takutnya akan merusak runtuhan yang sudah ada. Selain itu kemungkinan besar ada korban yang terjepit disana. Maka dari itu petugas evakuasi diminta untuk berhati-hati. Tidak hanya petugasnya namun relawan juga, mengingat ada banyak korban yang perlu diselamatkan. Jadi perlu langkah-langkah jitu agar tidak terjebak dalam kondisi genting.

  1. Jauhi Bangunan Tinggi

Kesigapan bencana alam untuk melakukan atisipasi sejak awal, agar korban tidak bertambah jumlahnya. Ketika melakukan proses penyelamatan usahakan menjauhi gedung atau rumah tinggi. Bangunan tersebut beresiko runtuh sehingga membahayakan orang-orang yang berada di bawahnya. Karena fondasi bangunan sudah rapuh maka sudah tidak ada lagi dasarnya yang kuat. Jadi tidak mampu menopang tubuh bangunan yang kokoh.

Oleh sebab itu sebisa mungkin tidak berada di dekat bangunan tinggi. Beda cerita ketika tim evakuasi yang berpengalaman sudah tiba di lokasi. Mereka akan membagi tugas yaitu tim untuk menyelamatkan korban, dan satunya merobohkan bangunan yang terlihat rapuh. Setidaknya dalam satu kali gerakan mereka bisa menyelesaikan banyak hal. Namun jika belum ada tim evakuasi, pastikan menghindari bangunan yang tampak akan runtuh.

Seperti diberitakan portal berita Tasikmalaya, anggota MUI memberikan pelatihan terhadap hisbah relawan tanggap darurat. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan 24 komunitas anak bangsa untuk mendapatkan sosialisasi, tentang persiapan tanggap bencana alam. Tujuannya agar relawan bisa melakukan pertolongan pertama, sembari menunggu tim evakuasi dan tim medis datang. Setidaknya memberikan bantuan hidup sementara agar jumlah korban tidak semakin bertambah.