Cerita Panjang Dibalik Sejarah Masjid Cordoba Sebagai Tempat Ibadah Berbagai Umat

Cerita Panjang Dibalik Sejarah Masjid Cordoba Sebagai Tempat Ibadah Berbagai Umat

Masjid Cordoba adalah masjid agung yang terbesar di Spanyol. Namun sejarah Masjid Cordoba mencatat masjid ini telah beberapa kali beralih fungsi sebagai tempat Ibadan berbagai umat.

Kebanyakan negara di Benua Eropa adalah negara dimana mayoritas masyarakatnya merupakan non-muslim. Tetapi siapa sangka, Islam pernah mengalami kejayaan di Benua Eropa. Salah satu buktinya adalah berdirinya Masjid Cordoba yang sangat besar dan megah di Spanyol. Masjid ini menjadi saksi bisu dari peradaban Islam yang sangat pesat di Spanyol walaupun telah mengalami beberapa alih fungsi.

Spanyol adalah negara yang terkenal dengan olahraga adu banteng atau disebut juga matador. Selain itu Spanyol juga memiliki seniman yang sangat dikenal di seluruh dunia yaitu Pablo Picasso. Walaupun saat ini mayoritas masyarakat Spanyol adalah umat kristiani, namun Islam pernah menorehkan jejak kejayaannya di Negri Matador ini. Beberapa peninggalan kejayaan Islam yang ada di Spanyol seperti indahnya Istana Al-Hamra, Istana Jannat Al-Arif dengan banyak ukiran kaligrafi yang mempercantik bangunan ini, Benteng Malaga, Jembatan Puente Romano yang menjadi jembatan termegah kala itu serta Masjid Katedral Cordoba sebagai tempat ibadah dan pusat peradaban Islam di Spanyol pada masanya.

Sejarah Masjid Cordoba Sebagai Pusat Peradaban Islam Di Andalusia

Masjid Cordoba di Spanyol memang telah beberapa kali beralih fungsi sebagai tempat ibadah berbagai umat. Bahkan sebelum difungsikan sebagai masjid, bangunan tersebut sebelumnya adalah kuil penyembahan Dewa Janus yang digunakan oleh bangsa Romawi. Kemudian dialih fungsikan lagi menjadi gereja Visigoth San Vicente sebagai tempat ibadah umat kristiani. Baru setelah masa kekuasaan Emir Abd al-Rahman I dari Dinasti Umayyah pada tahun 784 bangunan dihancurkan dan direkonsturksi ulang. Pembangunan Masjid Cordoba memakan waktu yang cukup lama, pengerjaannya bahkan sampai lebih dari dua abad hingga menjadi masjid terbesar dan termegah di Spanyol.

Masjid Cordoba disebut juga sebagai Masjid Katedral atau Mezquita Catedral. Namun sebelumnya masjid tersebut diberi nama Aljama’ sebagai bentuk penghormatan dan menunjukkan rasa kasih sayang terhadap istri Emir Abd al-Rahman I. Sejarah Masjid Cordoba mencatat perubahan dan renovasi yang terus dilakukan dari mulai penambahan menara, perluasan bangunan, renovasi mihrab hingga yang terakhir dilakukan oleh Hijab al-Mansur bin Abi Amir pada tahun 987 dengan membangun sebuah jalan yang menghubungkan masjid dengan istana.

Masjid Cordoba menjadi kebanggaan dan pusat peradaban Islam di Spanyol selama tiga abad. Hal ini juga dikarenakan lokasi masjid yang berada di ibu kota Andalusia sebagai pusat pemerintahan. Namun pada tahun 1236 Cordoba berhasil ditaklukan oleh Raja Ferdinand III dari Castille dan mengubah Masjid Cordoba menjadi gereja dengan nama Kristen Catedral de Cordoba. Tentunya setelah alih fungsi dari tempat ibadah umat islam menjadi tempat ibadah umat kristiani, beberapa bagian bangunan diubah dan ditambahkan sesuai dengan identitas Kristen. Salah satunya adalah menara Masjid Cordoba yang diubah menjadi menara lonceng serta dibangun Royal Chapel dan Villaviciosa Chapel.

Arsitektur Masjid Corodoba Menjadi Tren Pembangunan Pada Masa Itu

Masjid Cordoba memiliki gaya arsitektur yang sangat unik. Karena menjadi masjid yang terbesar dan termegah di Spanyol tentunya ada banyak ornamen, interior maupun ukiran yang justru menjadi trend pembangunan di masa itu. Gaya arsitektur Masjid Cordoba tidak mengikuti gaya arsitektur masjid di timur tengah dengan kubah megah dengan harga kubah masjid yang tidak ternilai. Namun gaya arsitektur Masjid Cordoba memadukan budaya Timur dan Barat dalam satu tempat. Karena keunikan dari bangunan Masjid Cordoba UNESCO telah menetapkan masjid ini sebagai salah satu warisan sejarah yang patut dilestarikan.

Gaya arsitektur Masjid Cordoba sangatlah mengagumkan. Dimulai ketika pertama masuk ke kawasan masjid maka akan disambut pintu masuk Puerta del Perdon dengan gapura Mudejar yang mengadopsi gaya arsitektur Iberia di abad pertengahan. Kemudian terdapat Patios de Ios Naranjos dimana pada saat menjadi masjid merupakan tempat wudhu. Bagian halaman masjid Cordoba tersusun deretan pohon jeruk dan pohon palem yang tertata rapi. Kemudian ketika masuk ke bagian dalam, dapat dilihat interior masjid dimana atap masjid yang dilapisi emas dengan beragam motif dan warna. Atap tersebut ditopang oleh tiang tiang dan lengkungan bergaris yang memberikan kesan mewah khas Timur Tengah.

Karena dibangun dalam kurun waktu yang sangat lama, sehingga Masjid Cordoba mengadopsi beragam gaya arsitektur seperti arsitektur khas Spanyol dan Renaisans akhir. Walaupun telah berganti menjadi katedral, tetapi Masjid Cordoba masih menyisakan jejak jejak Islam. Salah satunya adalah mihrab yang dibangun dengan sangat indah. Mihrab tersebut dihiasi ukiran yang sangat beragam serta mozaik berlapis emas.

Masjid yang sangat luas ini ditopang oleh 1000 tiang yang berukuran kecil dan besar. Bagian interior dalam Masjid Cordoba juga dilapisi emas, perak dan besi menggunakan bahan bangunan yang berkualitas dari kayu pohon cemara Thurthusy. Walaupun sekarang telah beralih menajdi Masjid Katedral Cordoba dan menjadi temapt ibadah umat kristiani, namun umat muslim masih dari seluruh dunia masih dapat mengunjungi tempat ini untuk melihat jejak jejak kejayaan Islam pada masanya di Negara Spanyol.